Wednesday, April 25, 2007

Penjual Buah

Oleh: Agussyafii

Distasiun Citayem kalo pagi selalu ramai dengan penjual jambu klutuk. Ada penjual yang selalu membiarkan orang yang lewat mengambil jambunya. "Pak, diambilin begitu aja, apa nggak takut rugi?" tanya saya. "Ya kalo rugi saya sudah nggak jualan pak. biarin aja pak hitung-hitung amal. " Jawabnya si penjual buah.

Saya pikir benar juga ya apa yang dikatakan penjual buah itu. Kehidupan tidak selalu dilihat untung dan rugi. Sementara ada amal yang lebih berharga diatas untung dan rugi semata.

Wassalam.

No comments:

Powered By Blogger

GEROMBOLAN PENYAMUN

GEROMBOLAN PENYAMUN

Aku, pakde dan Bude

Aku, pakde dan Bude